Rabu, November 26, 2008


Aang
Aang adalah nama salah satu tokoh fiktif dalam serial animasi televisi Nickelodeon berjudul Avatar: The Legend of Aang. Pengisi suaranya adalah Zach Tyler Eisen. Sebagai tokoh utama, Aang selalu muncul dalam episode, kecuali satu, yaitu episode "Zuko Alone." Aang juga muncul dalam media lain, seperti misalnya kartu permainan,[1][2] permainan video,[3][4] T-shirt,[5] dan komik web.[6] Kebanyakan sifat-sifat Aang, seperti misalnya tidak makan daging,[7] diambil dari tradisi agama Buddha dan Tao.[8] Penciptanya ingin Aang tampil sebagai tokoh yang mengalahkan musuh dengan kebijaksanaan dan menjadi pahlawan cerdik.[9]Dalam kisah, Aang merupakan seorang rahib kecil berusia 112 tahun yang berasal dari kaum Pengembara Udara. Aang berkepala botak sebagai ciri-ciri seorang rahib dari kaum Pengembara Udara.[10] Di kepalanya ada tattoo biru berbentuk panah, yang melambangkan bahwa ia ahli mengendalikan udara. Orangtuanya tidak diketahui. Hanya diketahui bahwa ia berasal dari Kuil Udara Selatan dan diasuh oleh seorang rahib bernama Gyatso. Ia bergelar "Avatar", yaitu orang yang mampu mengendalikan empat unsur dan membawa kedamaian di muka bumi.Menurut cerita, Aang berusia 12 tahun, namun karena sempat tertidur dalam bongkahan es selama 100 tahun, ia muncul sebagai sosok anak kecil yang berusia 112 tahun, tanpa ciri-ciri fisik yang menunjukkan bahwa ia berusia lebih dari 100 tahun.[10] Aang memiliki teman bernama Katara, Sokka, Toph (yang muncul di serial Avatar musim kedua), dan dua hewan peliharaan bernama Momo dan Appa. Bersama dengan teman-temannya, Aang berpetualang agar mampu menguasai empat elemen untuk mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian di muka bumi.Daftar isi
1 Ikhtisar alur cerita1.1 Latar belakang1.2 Buku 1: Air1.3 Buku 2: Tanah1.4 Buku 3: Api2 Karakteristik3 Aang sebagai Avatar4 Hubungan persahabatan4.1 Katara4.2 Sokka4.3 Toph4.4 Zuko4.5 Appa4.6 Momo4.7 Raja Bumi5 Penampilan di media lain6 Catatan kaki//Ikhtisar alur ceritaCuplikan saat Aang dan Gyatso mempelajari ilmu pengendalian udara.Dalam serial Avatar: The Legend of Aang, setiap musim penayangan disebut dengan istilah "Buku" dan setiap episode disebut "Bab." Setiap Buku dinamai menurut nama unsur, dan pengendalian unsur tersebut mendominasi alur cerita. Latar belakang suatu tokoh dapat disaksikan dalam tayangan kilas balik yang kadangkala muncul dalam cerita.Latar belakangDalam kisah kilas balik dalam episode "The Storm," ketika Aang masih kecil, ia tidak tahu bahwa ia sebenarnya seorang "Avatar" ketika ia memilih empat mainan tertentu di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah: seruling kura-kura dari tanah liat (melambangkan air), baling-baling yang digerakkan dengan benang (melambangkan udara), babi-monyet dari kayu (melambangkan tanah), dan genderang tangan dari kayu (melambangkan api).[10] Keempat mainan tersebut merupakan mainan yang sama dengan yang dipilih Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih anak-anak. Hal ini merupakan prosedur yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku Magic and Mystery in Tibet karya Alexandra David-Néel, beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[11] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu.[12]Aang yang membeku di dalam es. Cuplikan dari episode "the Boy in the Iceberg."Hidup Aang berubah setelah ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Avatar yang harus mempelajari empat elemen dan membawa kedamaian di dunia. Biasanya seorang anak diberitahu bahwa ia adalah seorang Avatar ketika berusia 16 tahun, namun para rabib khawatir bahwa perang sudah di ambang pintu sehingga kehadiran Avatar dibutuhkan secepatnya untuk mengembalikan keseimbangan dunia.Rahib Gyatso, yang mengasuh dan mendidik Aang, menginginkan agar Aang tumbuh seperti anak biasa, namun rahib lainnya tidak setuju. Mereka ingin mengirim Aang ke Kuil Udara Timur untuk mendalami ilmu sebagai seorang Avatar. Aang yang tidak siap menerima kenyataan, kabur dari rumahnya menuju kutub selatan. Ia mengendarai bison terbangnya yang bernama Appa. Di tengah perjalanan, mereka diserang badai. Aang kemudian berada dalam "keadaan Avatar." Dengan kemampuannya mengendalikan udara, Aang membungkus dirinya bersama Appa dengan sebuah gelembung udara yang kemudian membeku menjadi bongkahan es selama seratus tahun.Buku 1: AirAdegan Sokka dan Katara saat bertemu dengan Aang untuk pertama kali.Dalam episode "The Boy in the Iceberg," dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya siklus Avatar bisa terputus. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.Dalam kuil di sebuah pulau berbentuk bulan sabit, Aang berbicara dengan inkarnasinya yang sebelumnya, yaitu Avatar Roku. Avatar Roku memperingatkan Aang tentang komet Sozin yang kembali setiap 100 tahun sekali dan mampu melipatgandakan kekuatan pengendali api. Raja Api Sozin menggunakan kekuatan tersebut untuk melangsungkan perang seabad yang lalu, dan komet tersebut akan kembali lagi di akhir musim panas. Jika Aang tidak berhasil menaklukkan Raja Api sebelum komet itu tiba, Negara Api tak akan bisa dihentikan, dan Avatar tidak akan mampu untuk mengembalikan keseimbangan di dunia. Aang putus asa bahwa ia tidak akan mampu mempelajari semua ilmu pengendalian unsur-unsur sebelum komet tersebut tiba, namun Avatar Roku meyakinkan Aang bahwa ia akan berhasil melakukannya, seperti keberhasilan para Avatar sebelumnya.[13]Selama berpetualang, Aang mempelajari ilmu pengendalian air dari Katara. Jika dibandingkan dengan Katara, Aang jauh lebih cepat memahami ilmu pengendalian air. Setelah mereka mencuri gulungan rahasia tentang ilmu pengendalian air dari sekelompok bajak laut, Aang dan Katara mempelajari ilmu pengendalian air bersama-sama. Untuk mempelajari jurus baru sambil mencari ahli pengendalian air, maka mereka pergi ke kutub utara, tempat Suku Air Utara berada. Disana mereka bertemu Master Pakku, ahli pengendalian air. Di saat Aang sedang mempermahir ilmu pengendalian air, armada besar di bawah pimpinan Laksamana Zhao menyerbu Suku Air Utara.Dalam episode "Siege of the North – bagian 2", setelah Laksamana Zhao membunuh Tui, yaitu Spirit Bulan dalam wujud ikan koi, Aang memasuki "keadaan Avatar" sambil berubah menjadi sosok raksasa bercahaya yang kemudian membantai pasukan Negara Api. Dalam wujud tersebut, ia juga menarik Laksamana Zhao ke dalam lautan sebagai balas dendam atas terbunuhnya Spirit Bulan. Namun, oleh karena pengorbanan yang dilakukan Puteri Yue, Spirit Bulan hidup kembali. Seiring dengan meninggalnya Zhao dalam gelombang lautan, pasukan Negara Api pulang, dan Suku Air Utara memulai hidup baru pascaperang. Sesudah berpamitan dengan Master Pakku, Aang dan kawan-kawannya memutuskan untuk pergi menjelajahi Kerajaan Bumi demi mencari ahli pengendalian tanah.Buku 2: TanahAang mempelajari ilmu pengendalian tanah dari Toph.Dalam serial Avatar di musim kedua, Aang dan kawan-kawannya menjelajahi Kerajaan Bumi dan tiba di kota Gaoling. Di sana, mereka bertemu dengan kawan baru yang bernama Toph, seorang ahli pengendalian tanah. Di bawah asuhan Toph, Aang mampu menjadi seorang ahli pengendali tanah hanya dalam waktu yang singkat. Kemahirannya tampak berkembang pesat dalam episode "The Drill" sampai "Crossroads of Destiny."Dalam episode "The Library", Aang dan kawan-kawannya mengetahui kelemahan Negara Api, dan mereka berencana untuk memberitahukan hal tersebut kepada Raja Bumi di kota Ba Sing Se dengan harapan agar Negara Api dapat ditaklukkan saat lengah. Dalam episode yang sama, Aang kehilangan bison terbangnya, yaitu Appa. Hal itu telah membuat Aang larut dalam kesedihan dan menjadi ganas, seperti yang ditayangkan dalam episode "The Desert", namun oleh karena kelembutan hati Katara, perasaan Aang yang bergejolak dapat ditenangkan. Aang dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka ke Ba Sing Se seraya mencari Appa.Dalam episode "Lake Laogai," atas bantuan diam-diam dari Zuko,[14] Aang bertemu kembali dengan bison terbangnya. Dengan mengendarainya, Aang dan Tim Avatar menerobos istana Kerajaan Bumi untuk menemui Raja Bumi. Setelah berhasil berunding dengan Sang Raja, mereka berencana untuk menyerang Negara Api saat gerhana matahari muncul. Namun, saat mereka sedang menyiapkan strategi perang, musuh dari Negara Api, yaitu Azula dan kawan-kawannya, datang menyamar sebagai Prajurit Kyoshi dengan tujuan melancarkan kudeta sehingga Kerajaan Bumi jatuh ke tangan Negara Api. Setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh polisi rahasia Kerajaan Bumi, serta setelah Aang pingsan dalam pertempuran yang sengit, kota pertahanan Kerajaan Bumi, yaitu kota Ba Sing Se, jatuh ke tangan Negara Api. Jatuhnya kota tersebut mengakibatkan seluruh pertahan Kerajaan Bumi menjadi lumpuh. Dalam keadaan sekarat, Aang dan Tim Avatar, beserta Raja Bumi Kuei, terbang mengendarai Appa untuk meninggalkan Kerajaan Bumi.Buku 3: ApiAang menyamar sebagai murid sekolah.Dalam serial Avatar di musim ketiga, pada episode pertama, ditayangkan bahwa Aang baru saja bangun dari tidur panjangnya, dengan rambut baru. Saat ia bangun, ia menyadari bahwa dirinya berada di atas kapal Negara Api yang sedang berlayar. Setelah mendapat penjelasan, ia tahu bahwa Katara, Sokka, Toph, Bato, Hakoda dan kawan-kawannya sedang dalam penyamaran menuju Negara Api, dengan mengendarai kapal yang telah mereka rampas. Dan setelah pingsannya Aang di Ba Sing Se, banyak yang mengira bahwa Sang Avatar telah tiada. Dengan saran dari teman-temannya, Aang menutupi identitas dirinya sampai masa penyerangan ke Negara Api tiba.Dalam episode "The Avatar and Firelord", saat Aang tidur, Avatar Roku muncul di mimpinya dan memberitahu Aang sesuatu yang mengejutkan baginya, yaitu persahabatan antara Roku dan Raja Api Sozin. Dalam mimpinya, Aang mengetahui masa lalu Roku, dan ia sadar bahwa seorang sahabat mampu menjadi sangat baik, maupun sangat jahat, seperti yang terjadi antara Roku dan Sozin. Dalam episode "Nightmares and Daydreams", Aang mengalami mimpi buruk karena ketidaksiapannya untuk menghadapi perang yang akan terjadi. Oleh karena kenyamanan yang disiapkan oleh teman-temannya, Aang dapat tidur dengan nyenyak.Adegan Aang melakukan penyerangan ke Negara Api untuk menghadapi Raja Api Ozai. Dalam episode tersebut, Aang tampil dengan kostum baru.Ketika penyerbuan ke Negara Api dimulai, Aang mencukur rambutnya dan menggunakan tongkat baru yang telah disiapkan oleh salah satu temannya. Bersama pasukan Suku Air Selatan, ia menyerbu ibukota Negara Api, namun ketika Aang mencari-cari Raja Api Ozai, ia hanya menemukan Azula, sedangkan Raja Api Ozai berada dalam persembunyiannya. Karena dibantu oleh para Dai Li, Azula berhasil kabur, sehingga Aang gagal melaksanakan tujuannya dalam penyerangan tersebut. Aang dan Tim Avatar mengungsi ke Kuil Udara Barat bersama dengan para pelarian dari Negara Api.Dalam episode "The Western Air Temple", Katara menyarankan agar Aang segera mencari guru pengendalian api yaitu Jeong Jeong, namun Aang menolak karena dibayang-bayangi kecelakaan di masa lalu. Zuko menawarkan diri untuk melatih Aang, namun Tim Avatar menolak karena Zuko pernah mengirim Manusia Pembakar untuk membunuh mereka. Hanya beberapa orang yang mengetahui kejujuran Zuko, yaitu Toph dan Appa. Karena kecewa, Zuko pergi. Toph yang mengetahui kejujuran Zuko berusaha meyakinkan Tim Avatar untuk menerima Zuko sebagai bagian dari kelompok mereka. Setelah Zuko menunjukkan tindakan yang baik, akhirnya Aang memberi kesempatan sehingga Zuko menjadi bagian dari kelompoknya. Dalam episode "The Firebending Masters", ketika Zuko mengajari Aang pengendalian api, ia sadar bahwa kekuatannya telah melemah. Atas saran dari Toph, mereka mengunjungi Kuil Prajurit Matahari untuk mencari pengendali api pertama, yaitu para naga. Di kuil tersebut, mereka menemukan sebuah kota dengan kebudayaannya yang masih terjaga, serta dua naga terakhir yang masih ada di muka bumi. Dengan meniru kearifan para naga, Aang dan Zuko berlatih ilmu pengendalian api bersama-sama, dan mereka mempelajari jurus rahasia, yaitu "Tarian Naga".Dalam serial Avatar musim ketiga, Aang mempelajari pengendalian api dari naga yang masih tersisa di muka bumi, tinggal di Kuil Prajurit Matahari.Dalam episode akhir, Aang bingung menentukan apakah Raja Api harus dibunuh atau tidak. Kemudian Aang menemui empat Avatar pendahulunya. Keempat Avatar meminta Aang membunuh Raja Api untuk menghentikan perang dan membawa kedamaian di dunia. Kemudian, Aang bertemu dengan kura-kura raksasa. Kura-kura tersebut mengatakan sebuah kemampuan yang hanya dimiliki seorang Avatar, yaitu menghilangkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan unsur. Setelah menerima nasihat dan mempelajari jurus baru dari sang kura-kura, Aang pergi menghadapi Raja Api. Dalam situasi yang terpojok, Aang membuka cakra ketujuhnya dan memasuki "keadaan Avatar." Ia menghilangkan kemampuan Raja Api sehingga sang raja tidak mampu mengendalikan api lagi. Raja Api menyerah, dan setelah itu, Zuko diangkat menjadi raja.KarakteristikMichael Dante DiMartino, pencipta serial Avatar, pernah berkata:“Kami ingin Aang menyelesaikan masalah dan mengalahkan musuh dengan kebijaksanaan selayaknya kekuatannya yang hebat.”— Michael Dante DiMartino.[9]Aang adalah seorang vegetarian, seperti yang ditayangkan dalam episode "The King of Omashu," ketika ia menolak makan daging.[7] Seperti yang ditayangkan dalam episode 20, kaum Pengembara Udara mengajarinya bahwa seluruh kehidupan bersifat sakral. Aang tampil sebagai orang yang enggan bertarung dalam episode "The Spirit World (Winter Solstice, Bagian 1)"; Aang putus asa saat bernegosiasi dengan arwah yang memilih untuk menghancurkan desa daripada bertarung.[15] Dalam serial Avatar, Aang memiliki teman dari segala bangsa, sehingga ia membenci peperangan.[16] Selain berteman dengan manusia, ia juga senang bermain-main dengan fauna eksotis di setiap tempat yang dikunjunginya.[17] Entah itu penguin,[16] monyet-babi, ikan koi raksasa maupun belut raksasa.[18]Aang mengungkapkan dalam episode "The Storm" bahwa ia berharap ada di Kuil Udara Selatan untuk menolong kaumnya saat mereka diserbu, namun tampaknya ia lebih baik hidup sebagai anak-anak yang perlu perlindungan. Beberapa kali dalam tayangan, Aang menunjukkan betapa ia menyayangi teman dekatnya dan menunjukkan kualitasnya yang kekanak-kanakan, bahkan bila perlu berbohong agar kelompoknya tetap berjalan bersama-sama. Dalam episode "Bato of the Water Tribe", Aang berpikir bahwa Katara dan Sokka mungkin akan meninggalkannya untuk mengunjungi ayah mereka. Maka Aang menyembunyikan peta yang menunjukkan tempat ayah mereka berada dan berbohong telah mendapatkannya di tempat terdahulu.[19]Aang sebagai AvatarTatto dan mata Aang bersinar ketika memasuki "Keadaan Avatar."Dalam serial Avatar: The Legend of Aang, Aang merupakan seorang "Avatar", yaitu spirit dari planet yang menjelma sebagai seorang manusia. Dalam suatu keadaan, Aang mampu berhubungan dengan kehidupannya yang terdahulu, dan mampu mengendalikan semua unsur dengan kekuatan yang menakjubkan, sebagaimana kehidupannya dulu, dan keadaan tersebut ditandai dengan bersinarnya tattoo, serta mata dan mulut Aang.[17] Keadaan fisik itu disebut "Keadaan Avatar."[20] Keadaan tersebut bisa dicapai saat Aang merasa sangat marah bercampur sedih,[20][21] dan bisa juga muncul bila nyawanya terancam.[17] Kadangkala, ia mencapainya dengan jalan bermeditasi. Dalam keadaan tersebut, Aang juga mampu memasuki dunia roh,[15] dan berkomunikasi dengan wujudnya yang terdahulu.[13]Aang mengendalikan air dengan memakai teknik "Silet Air."Sebagai seorang Avatar, pada inkarnasi sebelumnya Aang telah menguasai ilmu pengendalian keempat unsur, yaitu pengendalian air, api, tanah dan udara. Dalam serial Avatar, Aang terlahir sebagai pengendali udara, dan memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk mengembangkan bakatnya dan menciptakan teknik pengendalian baru, seperti misalnya "Skuter Udara," yaitu bola udara yang berputar dan mampu dikendarai oleh Aang.[10] Dalam beberapa episode, ia menunjukkan kemampuan terbang dengan memanfaatkan pengendalian udara. Metode terbang tersebut memanfaatkan tongkat terbangnya,[16] dan Appa.[22]Aang memiliki bakat yang luar biasa dalam ilmu pengendalian unsur. Ia dapat belajar dan menerapkan ilmunya lebih cepat daripada senior-seniornya, seperti misalnya Katara.[23] Selain ahli dalam hal pengendalian udara, Aang ahli mengendalikan air setelah belajar di bawah bimbingan Katara dan Master Pakku. Aang lebih cepat menguasai ilmu pengendalian air dibandingkan dengan Katara sehingga membuat Katara cemburu untuk waktu yang tak lama.[23] Dalam serial Avatar, Aang tampak mahir mengendalikan air dan telah menguasai jurus-jurus hebat.Aang terbang dengan menggunakan tongkat terbangnya.Untuk menguasai ilmu pengendalian tanah, Aang dilatih oleh Toph. Dalam episode "Bitter Work," Toph menerapkan metode yang keras untuk melatih Aang, tidak seperti Katara yang melatih Aang dengan lembut. Kemampuannya mengendalikan tanah berkembang dengan sangat pesat, dan dapat disaksikan dari episode "The Drill" sampai "Crossroads of Destiny." Dalam episode-episode tersebut, Aang menunjukkan kemahirannya membelah batu, menggali terowongan, membangun kebun binatang,[24] membuat sarung tangan dari tanah,[25] hingga membuat baju zirah dari kristal.[26] Semuanya dilakukan dengan pengendalian tanah.Dalam serial Avatar musim pertama, Aang memiliki sedikit kemampuan dalam mengendalikan api.[27] Dalam episode "The Deserter," ketika ia sedang belajar ilmu pengendalian api dari seorang ahli bernama Jeong Jeong, tanpa sengaja ia membakar tangan Katara. Semenjak itu ia bersumpah untuk tidak akan mengendalikan api lagi, walaupun Guru Pathik pernah berkata bahwa ia harus melakukannya sebagai seorang Avatar. Dalam serial Avatar musim ketiga, Aang belajar mengendalikan api dari naga yang tinggal di Kuil Prajurit Matahari. Ia belajar bersama Zuko, yang telah menjadi temannya.Menjelang episode terakhir dijelaskan bahwa meskipun ada empat unsur utama yang bisa dimanipulasi oleh seorang pengendali, ada unsur kelima yang hanya bisa dikendalikan oleh seorang Avatar, yaitu mengendalikan energi yang ada dalam tubuh seseorang, yang mengakibatkan seorang Avatar mampu menghapus kekuatan seseorang untuk melakukan pengendalian unsur. Kemampuan ini digunakan oleh Aang untuk melenyapkan kemampuan Raja Api Ozai, sehingga perang berakhir dan dunia kembali seimbang.Hubungan persahabatanDalam cerita, Aang memiliki banyak teman. Teman yang plaing dekat dengannya, yaitu teman seperjalanannya, dikenal sebagai "Tim Avatar."[28] Mereka terdiri dari Katara, Sokka, Toph, Zuko, dan dua hewan peliharaan, yaitu Momo dan Appa.KataraAdegan Aang mencium Katara sebelum melakukan penyerangan ke Negara Api.Dalam serial Avatar, Katara merupakan seorang remaja dari Suku Air Selatan yang membebaskan Aang dari bongkahan es. Katara turut serta berpetualang bersama Aang dan mengajarinya ilmu pengendalian air. Karena Aang selalu dekat dengan Katara saat mempelajari pengendalian air, maka tumbuh cinta di hati keduanya. Dalam episode "The Fortuneteller", tampak bahwa Aang mencintai Katara, namun hal itu tak terungkapkan. Katara pernah terlihat mencium pipi Aang, dan tampak dalam episode "Bato of the Water Tribe" dan "The Earth King." Dalam episode "The Day of the Black Sun," Katara tampak mencium Aang sesaat sebelum ia berangkat menuju medan perang.Dalam episode "The Cave of Two Lovers", Aang dan Katara terjebak dalam sebuah gua. Kemudian terdapat dua macam adegan. Pertama Katara mencium Aang tak lama setelah ia megatakan bahwa berciuman adalah cara menyelamatkan diri mereka yang terjebak dalam gua. Adegan kemudian menjadi gelap sampai terlihat bahwa mereka berdua saling berpegangan tangan, dan melihat bahwa kristal yang berada di atas gua bersinar. Ketika teman-temannya menanyakan bagaimana cara Aang bisa menyelamatkan diri, Aang hanya menjawab, "biarkan cinta yang menunjukkan jalan."Dalam episode "The Guru", Aang berkata kepada Guru Pathik bahwa ia jatuh cinta kepada Katara. Guru Pathik kemudian menjelaskan kepada Aang bahwa cintanya kepada Katara merupakan reinkarnasi cinta dari rakyatnya (Pengembara Udara) yang telah musnah binasa. Guru Pathik menjelaskan bahwa apabila Aang mau membuka cakra ketujuhnya, ia harus melupakan belenggu yang mengikatnya, yaitu rasa cintanya terhadap Katara. Saat Aang bermeditasi untuk membuka cakra ketujuhnya, dalam pikirannya muncul penampakan bahwa Katara sedang dalam bahaya. Karena rasa cintanya terhadap Katara, Aang lebih memilih untuk pergi menyelamatkan Katara daripada bermeditasi untuk membuka cakra ketujuhnya. Akhirnya, Aang gagal membuka cakra ketujuhnya, sehingga ia tidak mampu menguasai "keadaan Avatar."SokkaSokka dan Aang bermain-main dengan bulu Appa.Sokka adalah kakak laki-laki Katara yang berasal dari suku air selatan di kutub selatan. Sama seperti Katara, Sokka turut serta berpetualang bersama dengan Aang. Tidak seperti teman-temannya yang lain, Sokka tidak mampu menguasai unsur apapun. Tetapi ia memiliki keahlian dalam menggunakan senjata bumerang. Aang dan Sokka kerap ditampilkan sebagai pasangan tokoh yang bertingkah konyol dalam serial Avatar. Tingkah keduanya kadang-kadang membuat Katara jengkel, seperti misalnya bermain-main dengan bulu Appa dalam episode "The Chase," dan berpura-pura menjadi raja dalam episode "City of Walls and Secrets." Kadangkala juga tampak bahwa Aang meminta nasihat dan saran dari Sokka, khususnya dalam hal cinta, seperti yang ditayangkan dalam episode "The Fortuneteller." Dalam episode "The Drill" diungkapkan bahwa Sokka adalah tokoh yang biasa melontarkan rencana-rencana cemerlang, dan Aang mengakui kemampuan tersebut. Keduanya tidak pernah bertengkar, namun pernah terlihat bahwa Sokka marah pada Aang karena Aang telah membakar tangan Katara tanpa sengaja.[27] Namun tak lama kemudian, hubungan keduanya membaik.
TophDalam serial Avatar, Toph adalah seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang berasal dari Kerajaan Bumi. Ia ditampilkan pertama kali dalam episode "The Swamp," sebagai sosok misterius yang akan ditemui Aang di masa depan. Toph merupakan seorang pengendali tanah yang tangguh. Ia turut serta dalam petualangan Aang untuk mengajarinya ilmu pengendalian tanah. Sesungguhnya watak Aang dan Toph dalam cerita sangat bertolak belakang. Aang lebih ramah dan suka menghindari pertarungan, sedangkan Toph bersikap tak acuh dengan keadaan sekitar dan senang bertarung. Pada awalnya, sikap Toph yang kerap menyinggung hati orang lain membuat Aang marah, sehingga Toph pernah memutuskan untuk keluar dari kelompok Aang. Setelah mendengar nasihat bijak dari Iroh, Toph mampu memahami perasaan Aang dan kawan-kawannya. Seiring dengan berjalannya serial Avatar, cerita tentang hubungan antara Aang dan Toph berangsur-angsur membaik. Aang menghormati Toph sebagai guru sekaligus temannya sedangkan hubungan antara Toph dengan Aang dan kawan-kawannya tampak membaik, terutama dengan Katara.ZukoDalam serial Avatar, Zuko adalah seorang pangeran terbuang dari Negara Api. Dalam serial Avatar di musim pertama (dan sebagian di musim kedua), Zuko ditampilkan sebagai tokoh antagonis yang memburu Aang demi memulihkan kehormatannya, sekaligus untuk mendapatkan hak untuk mewarisi tahta ayahnya. Suatu ketika ia berhasil menangkap Aang, namun dirinya dilukai oleh pemanah Yu Yan yang diperintah oleh Laksamana Zhao. Meskipun Zuko adalah musuhnya, namun Aang mau membantu Zuko dengan ketulusan hatinya. Setelah mengalami pergolakan batin, Zuko tampak melepaskan ambisinya untuk memburu Sang Avatar setelah mendengar nasihat Iroh. Namun, pada akhir serial Avatar musim kedua, Zuko tampak mengkhianati pamannya karena ia menyerang Aang. Hal itu membuat Aang dan kawan-kawannya memandang Zuko sebagai musuh. Pada serial Avatar musim ketiga, Zuko bertobat dan mencoba bergabung dengan Tim Avatar, tetapi ia ditolak oleh karena tindakannya di masa lalu. Meskipun demikian, Toph mengetahui kejujuran hati Zuko. Setelah Zuko melakukan tindakan yang baik, Aang menerimanya sebagai kawan, sekaligus menerimanya sebagai guru pengendalian api. Semenjak menjadi teman Aang, Zuko berkelakuan baik dan bersedia membantu Tim Avatar dengan tulus ikhlas.AppaAang dan Appa bertemu untuk yang pertama kalinya.Dalam serial Avatar, Appa adalah seekor bison terbang yang masih tersisa di muka bumi. Ia berasal dari Kuil Udara Timur. Semenjak kecil, Aang memanfaatkan Appa sebagai sarana transportasi dan menggunakan kata "Yip-yip!" sebagai aba-aba agar Appa terbang. Aang dan Appa telah banyak melewati masa sulit bersama-sama, sehingga memiliki ikatan yang sangat kuat, seperti yang dijelaskan oleh Guru Pathik dalam episode "Appa's Lost Days." Karena saking kuatnya ikatan di antara mereka, Guru Pathik mampu mengetahui keberadaan Aang hanya dengan cara merasakan energi dalam diri Appa.[21] Tampak dalam episode "The Desert" bahwa Aang amat menyayangi Appa, sehingga ia menjadi sangat sedih setelah Appa diculik. Saat mengetahui bahwa Appa dijual ke Negara Api oleh para pengendali pasir, emosi Aang tidak terkontrol sehingga ia memasuki "keadaan Avatar." Ia menghancurkan kapal para pengendali pasir dan menciptakan badai pasir. Setelah Katara memegang tangannya, ia menjadi lebih tenang. Dalam pelukan Katara, Aang menangisi bisonnya yang hilang. Dari episode tersebut dapat disaksikan bagaimana perasaan Aang terhadap Appa. Di kemudian hari, atas bantuan dari Zuko,[14] Aang mampu bertemu kembali dengan bison terbangnya.MomoAang dan Momo.Aang dan Bumi saat masih muda.Dalam serial Avatar, Momo adalah seekor lemur bersayap. Ia ditemukan oleh Tim Avatar di Kuil Udara Selatan, dan Aang mengklaim hewan tersebut sebagai binatang piaraannya, dan memberinya nama "Momo" (momo berarti "buah persik" dalam bahasa Jepang) sebab ia memegang buah persik pada saat itu.[29] Dalam serial Avatar, Momo adalah hewan piaraan Aang yang lucu, gemar makan, dan mampu turut serta membantu majikannya yang sedang kesulitan. Aang sering memanfaatkan Momo dalam berbagai keperluan, misalnya untuk menipu para pendeta di Kuil Avatar Roku,[13] atau untuk menyusup ke celah-celah sempit.[7]Raja BumiBumi (dikenal dengan gelar Raja Bumi) merupakan teman masa kecil Aang.[7] Bumi berpenampilan bak orang tua dengan gaya yang aneh dan senang melontarkan lelucon yang tak lucu. Menurut serial Avatar, oleh karena Aang sempat tertidur dalam bongkahan es selama seratus tahun, maka Raja Bumi tampak tua renta dan agak gila, sedangkan Aang masih awet muda. Raja Bumi merupakan salah satu teman dekat Aang yang masih hidup setelah Aang menjalani tidur panjang selama seratus tahun. Raja Bumi tinggal di Omashu dan muncul pertama kali dalam serial Avatar dalam episode "King of Omashu." Diceritakan bahwa hubungan antara Aang dan Raja Bumi amat dekat, dan kecerian mereka pada masih kecil ditampilkan kembali saat bermain perosotan panjang dalam episode "King of Omashu."Penampilan di media lainKarakter Aang muncul dalam permainan Avatar: The Last Airbender Trading Card Game dan tergambar dalam banyak kartu.[1][2] Ia juga muncul dalam permainan video Avatar: The Last Airbender sebagai salah satu dari empat karakter yang bisa dimainkan.[30] Kemudian dalam permainan Avatar: The Last Airbender - The Burning Earth.[3][31] T-shirt Avatar, dengan beberapa gambar Aang, dijual lewat situs Nickelodeon Shop.[5] Tokyopop menerbitkan film komik (kadangkala disebut cine-manga), dimana Aang menjadi tokoh utama dalam tayangan tersebut, muncul berulang-ulang.[6]Aang juga muncul dalam Escape from the Spirit World, permainan video online yang hanya bisa ditemukan di situs resmi Nickelodeon. Permainan itu mengandung perubahan alur cerita yang tidak ditampilkan dalam penayangan di televisi. Sutradara tayangan tersebut, yaitu Michael DiMartino dan Bryan Konietzko, mengklaim bahwa tayangan itu merupakan bagian dari cerita.[4] Hal ini berarti meskipun tayangan itu muncul di media yang berbeda, namun tetap dianggap sebagai bagian dari jalan cerita.
Selasa, November 11, 2008

sejarah uang yang ambo ketahui.. nek arep ngopi jo isin isin

SEJARAH SINGKAT SISTEM MATA UANG MASYARAKAT

Sepanjang sejarah, masyarakat telah membuat, mengatur dan mengedarkan mata uang mereka sendiri. Disamping menjamin agar kebutuhan tiap-tiap anggota masyarakat terpenuhi, mata uang masyarakat juga melindungi masyarakat dari ketidakstabilan perekonomian diluarnya. Pada masa lalu bentuk mata uang disesuaikan dengan beberapa barang yang ada pada masa tersebut. Demikian pula pada saat ini, sistem ekonomi modern yang kita lihat saat ini merupakan modernisasi mata uang masyarakat.
Baru-baru ini beberapa usaha sedang dilakukan dalam rangka membuat kembali sistem mata uang yang berbasis masyarakat, seperti yang terjadi di Thailand , Indonesia, Meksiko, El Savador , Argentina, Chile, serta Sinegal. Oleh karena sistem tersebut merupakan sistem baru bagi sebagian besar masyarakat sehingga banyak muncul pertanyaan mengenainya. Tulisan artikel ini bertujuan untuk menyajikan informasi singkat dan ringkas tentang sistem tersebut.
Sejarah membuktikan bahwa dalam rangka mensiasati krisis ekonomi yang selalu datang, masyarakat membuat mata uang sendiri untuk wilayahnya. Sistem mata uang masyarakat yang tertua dan masih beroperasi hingga saat ini adalah sistem moneter Guernsey yang terletak diantara Gugusan Pulau Guernsey dan Jersey – Inggris (wilayah yang terkenal dengan perusahaan susu sapinya).
Mata Uang Pulau Jersey, Inggris, 1999.
Selama perang melawan Napoleon, Pemerintah Inggris pada dasarnya bangkrut , dimana 80 % dari keseluruhan penerimaan pajak digunakan untuk membayar hutang pada Bank yang telah menerbitkan mata uang. Walaupun memiliki sumber daya manusia maupun alam ataupun berbagai barang-barang kebutuhan pokok dimiliki, tapi sistem perekonomian tidak berjalan. Hal ini disebabkan tidak adanya uang yang beredar sebagai sebuah media pertukaran.
Sehingga dalam tahun 1816 mereka menerbitkan mata uangnya sendiri. Delapan belas bulan kemudian mereka membayar kembali hutang-hutang ke Bank, memperbaiki sarana dan prasarana umum, membangun gereja serta monumen-monumen. Kini terdapat $36 juta dolar mata uang masyarakat yang beredar di 60 000 orang (Richard Douthwaite, sorth circuit ).
Mata Uang Kota Bremen, Jerman, 1923
Pada akhir perang dunia pertama perekonomian Jerman hancur. Pemerintah pusat telah membuat kesalahan penting yaitu dengan mencetak berjuta-juta mata uang Marks untuk membayar negara-negara pemenang perang dunia maupun perbaikan ekonominya sendiri, hal tersebut malah menyebabkan peningkatan inflasi. Untuk itu beberapa kota di Jerman telah membuat mata uangnya sendiri.
Kemudian Amerika Serikat juga melakukan kesalahan besar yaitu dengan membuat
Stock Market yang menyebabkan kehancuran ekonomi ditahun 1929. Ratusan masyarakat Amerika dan Kanada membuat mata uangnya sendiri dalam rangka pemulihan ekonomi Negara pada umumnya serta pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Analisa atas hasil penerapan sistem mata uang lokal terhadap upaya peningkatan perekonomian setempat didukung oleh sejumlah ahli ekonomi, diantaranya Irving Fisher yang menganjurkan untuk membuat mata uang lokal secara paralel. Ide tersebut berlanjut hingga kini, yang kemudian diungkapkan lewat sebuah buku oleh seorang ahli ekonomi bernama Lewis Solomon, berjudul "Rethinking our Centralized Money System : The Case for a System of Decentralized Local Currencies" kemudian pada saat perekonomian telah pulih dan seluruh kebutuhan masyarakat telah terpenuhi kembali, sistem tersebut tidak dipergunakan kembali.
Mata Uang Propinsi Alberta, Canada, 1936. (Selama Krismon)
Ketika depresiasi mulai menyebar ke Eropa sistem mata uang masyarakat tumbuh, dimulai dari Bavaria, Austria serta negara-negara sekitarnya. Sistem tersebut memiliki keunikan terutama penggunaan "negative interest" dimana biaya sirkulasi dimasukan didalamnya untuk melindungi dari pemalsuan.



Mata Uang Desa Worgl, Jerman, 1931. (Selama Krismon)
Herr Hebecker dari Schwanekirchen , Bavaria (Jumlah penduduk 500 Orang) memiliki tambang batu bara kecil yang telah bangkrut. Dari pada membayar para pekerjanya dengan mata uang Reichsmark, Dia memutuskan untuk membayar mereka dengan batu bara. Dia membuat suatu scrip yang disebutnya Wara, dimana pada salah satu sisi dari naskah tersebut terdapat kotak kecil tempat materai dilekatkan. Naskah ini hanya berlaku dan syah jika materai --mata uang bulanan-- telah dipasang. Karena itu agar naskah tetap berharga dibutuhkannya materai yang akan membubuhi naskah tersebut sehingga dapat berlaku kembali pada setiap akhir bulan. Harga Materai dua per sen dari harga yang tertera dari pada naskah tersebut disetujui untuk digunakan selanjutnya pada setiap bulannya. Pembebanan " Negative–Interest " disetujui sebagai " Storage Cost ". Makanan dan jasa dibayar dengan mengunakan Wara . Karena mata uang ini hanya berharga bagi para pemilik pertambangan, maka para pedagang setempat tidak mempunyai pilihan selain menerimanya, yang pada akhirnya mereka meyakinkan para suppliernya untuk menerimanya pula. Hal itu menjadikannya sangat sukses dimana desa itu menjadi desa yang bebas dari hutang , dan di tahun 1931, Gerakan perekonomian bebas ini telah menyebar keseluruh negara Jerman melibatkan lebih dari 2,000 Usahawan. Antara tahun 1930 – 1931, Wara diterbitkan dimana 2,5 Juta orang telah menjalankannya.

Sistem Mata Uang Masyarakat di tahun 1980an.
Mata Uang New Hampshire, Amerika Serikat, 1999.
Pada tahun 1980-an, sistem mata uang masyarakat mulai muncul kembali. Di tahun 1981, Komputer IBM XT diluncurkan kepada masyarakat umum. Michael Linton yang bekerja pada bidang komputer, pada tahun 1970-an membuat data base akutansi di kepulauan Vancouver-Canada. Di tahun 1982 mulai dikenal sistem perdagangan antar wilayah Local Exchange Trading System (LETS), dan menjadi dasar berdirinya Sistem mata uang dengan kredit bersama (Mutual Credit Community Currency System ). Sistem mata uang lokal merupakan sebagai respon alami terhadap krisis ekonomi yang terjadi, maka dikembangkanya LETS sebagai sistem yang sengaja dibangun untuk tetap mengkritik sistem perekonomian yang berlangsung.
LETS lebih dari pada sebagai suatu sistem alternatif, Linton melihat LETS sebagai suatu sitem ekonomi yang dapat berjalan secara pararel dengan sistem yang ada, sebagai perumpamaan sistem tersebut ibarat sebuah tuas yang digunakan untuk memindahkan rel kereta api, dimana merubah arah tujuan dari perekonomian yang ada. Memahami pengertian mekanisme pasar tersebut sangat baik dan efesien, dimana hal tersebut juga memperkenalkan sistem gotong-royong di dalam suatu pasar yang merupakan salah satu aktivitas perekonomian. Diperkirakan sistem mata uang LETS telah berjumlah 1600 LETS di dunia, ada lebih dari 1500 sistem mata uang lokal yang berorientasi pada sistem LETS, jika pun tidak menerapkan dengan sistem tersebut paling tidak prinsip-prinsip yang digunakan mengacu padanya.
Dalam rancangan LETS , Linton memisahkan aturan yang berbeda antara uang (sebagaimana yang kita kenal) sebagai suatu nilai yang tersimpan dan uang sebagai sebuah media pertukaran. Dia melihat uang sebagai sebuah sistem informasi untung pencatatan usaha manusia dan Dia pun tidak melihat perbedaan antara uang sebagai sarana pertukaran dengan uang sebagai media perhitungan (seperti inci dalam perhitungan panjang sepotong kayu). Sebagai sebuah perumpamaan yaitu pada seseorang yang sedang membangun sebuah rumah, dimana pada saat itu ia tidak dapat memperoleh kayu untuk membangun rumahnya karena tidak ada inchi (satuan ukuran panjang), walupun sumber daya manusia dan bahan-bahan pendukung membuat rumah sudah tersedia. Demikian pula dengan uang, mengapa kita tidak dapat berbuat sesuatu karena uang tidak cukup, walaupun sumber daya alam dan manusia tersedia. Uang, kemudian menjadi suatu informasi yang sederhana dan uang dibutuhkan tidak hanya mewakili suatu nilai .
Jika uang merupakan suatu informasi sederhana, maka kebutuhanya tidak akan pernah menjadi kurang. Itu bukan berarti bahwa persediaannya tidak terbatas , tentunya dibatasi oleh berbagai hal yang ada. Namun pun demikian, uang selalu ada jika dibutuhkan. Mengenai pertanggung jawaban dalam mempertahankan nilai uang diberikan kepada seseorang yang menerbitkannya. Jadi, mata uang LETS adalah sebagai "uang pribadi" .
Agar persediaan uang dan perekonomian tetap stabil, maka uang harus berada dalam lingkungan setempat. Karena mata uang dicetak dengan menggunakan nama samaran dengan demikian dapat beredar dimanapun. Linton merasa pendekatan yang lebih baik jika melindungi uang di masyarakat melalui suatu sistem keuangan dan mata uang melalui proses komputer. LETS sebagai sistem pencatatan transaksi dan penyimpanan data keuangan sangat sederhana, dimana LETS tidak mengeluarkan mata uang atau mengawasi peredarannya. Linton merancang sistem tersebut dengan bebas bunga. Dengan demikian seluruh anggata memiliki tanggung jawab terhadap sistem yang digunakannya.
Mata Uang Kota Toronto, Canada, 1999.
Realitas dilapangan mata uang LETS selalu memiliki persedian uang yang cukup bagi masyarakat anggotanya, dimana uang dicetak dan didistribusikan pada suatu wilayah oleh anggotanya dengan tidak menerapkan sistem bunga . Suatu kesempurnan dimana lazimnya uang di masyarakat selalu mengalami kekurangan .

Sistem Mata Uang Masyarakat di Sebagian Dunia Ketiga
Mata Uang Alternatif di Argentina, 2000.
Beberapa proyek mata uang masyarakat hingga kini sedang berlangsung di negara-negara seperti Meksiko, El Savador , Peru , Chile, Argentina, Brazil, Senegal , Thailand, Indonesia dan di beberapa negara lain di belahan dunia (negara-negara ketiga) . Banyak masyarakat menghidupkan kembali sistem perekonomian tradisionalnya , sistem yang memelihara gotong royong dan kekeluargaan didalam lingkungannya.
Secara umum kita dapat mengatakan tentang Sistem Mata uang masyarakat sebagai berikut :
Mata uang diterbitkan dengan aman dan cepat. Untuk sebagian besar sistem mata uang masyarakat, mata uang disebarkan kepada seluruh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pada bank–bank maupun koperasi kredit. Dimana penarikan uang dicatat pada lembaran buku besar. Karena jumlah keseluruhan pada perhitungan neraca selalu sama ( Kredit – Debet = 0 ) atau ( Kredit + Uang tunai – debet = 0 ) perhitungannya sangat sederhana dan cepat . Pemerintah tidak menerbitkan mata uang , lebih baik jika para anggota masyakat yang menerbitkan mata uang mereka sendiri, sehingga sistem hanya mencatat kegiatannya. Di beberapa sistem, mata uang hanya diterbitkan sebelum ( in case of printed currency systems ) atau pada saat dibuat.( in case of ledger – based system with invisible currency ). Hanya sedikit sistem yang menengahkan istilah Sistem "local Currency", Penyebaran issu hanya terbatas pada kalangan anggota yang menerapkannya saja. Sistem tersebut khususnya hampir terbatas untuk negara Amerika Utara.
Mata Uang Kota Meksiko, 1999.
Mata uang beredar terbatas hanya didalam suatu wilayah tertentu. Begitu juga untuk melayani masyarakat , peredaran mata uang hanya didalam suatu wilayah geographi yang ditentukan oleh para anggota pemegang saham. Hal yang kurang disukai dari sistem ini adalah karena mata uang tidak dapat diterima diluar wilayah dimana sistem itu diterapkan, hal ini mengingat mata uang hanya dapat dibelanjakan didalam wilayah dimana uang tersebut diterima. Tidak seperti hal-nya mata uang nasional yang dapat beredar keluar wilayah, mata uang masyarakat hanya beredar didalam wilayahnya, yang juga berkonsekuensi terhadap peningkatan nilai uang nasional didalam masyarakat.
Mata Uang Kota Dakar, Senegal, Afrika, 1998.
Mata uang masyarakat bukan bertujuan untuk menegasikan mata uang nasional. Mata uang masyarakat memiliki nilai yang sama dengan mata uang nasional di suatu lokasi. Dimana pada saat implementasi penggunaannya mata uang masyarakat di jalankan bersamaan dengan mata uang nasional, atau disebut juga mata uang paralel. Kehadiran mata uang nasional bertujuan juga untuk mempertahankan stabilitas nilai barang, dimana nilai barang akan akan tetap dengan kehadiran mata uang masyarakat, selain itu juga diharapkan mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi, karena tidak memiliki permasalahan atas kekurangan jumlah atal tukar. Penggunaan mata uang masyarakat hanya dikhususkan untuk berlaku di wilayah dimana mata uang tersebut beredar, sedangkan bedanya dengan mata uang nasional, penggunananya dapt dipakai dimanapun kita berada sesuai dengan kebutuhan yang ingin kita miliki (beli). Penerapan paralel dari mata uang nasional dan mata uang nasionala ditujukan pada produk-produk yang dihasilkan di wilayah setempat. Sedangkan pemutusan nilai dari mata uang masyarakat itu sendiri diserahkan kepada kesepakatan bersama masyarakat yaitu antara konsumen dan produsen. Untuk mata uang nasional, dapat digunakan untuk pembelian barang-barang yang diproduksi dari luar, sehingga untuk barang-barang produksi luar dengan penggunaan mata uang nasional akan lebih mudah terjangkau, dilain sisi juga masyarakat dapat menggunakan saving mata uang nasional untuk keperluan lainnya seperti membayar hutang.
Mata Uang Desa Kud Chum, Yasothon, Thailand, 2000.
Sistem mata uang masyarakat scara resmi telah beredar di lebih dari 35 negara-negara di dunia. Beberapa Sistem mata uang yang sedang beroperasi di negara-negara yang tergabung dalam NAFTA, G7, maupun EEC, sebaik penerapan yang dilakukan di negara-negara seperti Jepang, Australia, New Zealand, Senegal, Thailand, Peru , Equador, Colombia, Uruguay, Chile, Argentina dan Brazil. Di bebarapa tempat penerapan sistem mata uang masyarakat tersebut diatas juga didukung oleh pemerintah setempat.
Mata Uang Alternatif Jepang, 1998 (Selama Krismon).
Sebagai contoh , di tahun 1998, Pemerintah negara Jepang menerbitkan 750,000,000 US Dollars untuk menanggulangi defisit sementara mata uang-nya, terkait dengan upaya pemulihan ekonominya pemerintah menganjurkan untuk tetap melakukan aktivitas transaksi. Pemerintah daerah didorong untuk mendisain maupun memproduksi diwilayah masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya diwilayahnya. Meskipun rancangan dari sistem ini berbeda dari type sistem mata uang masyarakat yang telah kita bicarakan sebelumnya . Hal itu juga menunjukan bahkan negara terkaya di duniapun sekalipun suatu saat membutuhkan tumpuan mata uang pararel.
Contoh lain, di negara Australia para penerima bantuan sosial diijinkan untuk menambah penghasikan dalam mata uang masyarakat dengan tidak mengurangi keuntungan yang mereka peroleh, mendorong masyarakat berupa bantuan sosial dalam rangka peningkatan kapasitas kerja mereka. Pemerintah Tlaxcala di Meksiko secara aktif mepromosikan Sistem mata uang masyarakat di negaranya. Pemerintah kota Curitiba-Brazil dan Buenos Aires- Argentina juga mendukung penggunaan mata uang masyarakat untuk menghadapi masalah kejahatan, masalah penganguran, masalah perbaikan lingkungan dan daur ulang . Tidak satupun dari sistem ini dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas keuangan nasional.
Pada kenyataanya , Banyaknya politikus menyetujui banyaknya keuntungan dari sistem mata uang masyarakat yang ditawarkan untuk masyarakat dan perekonomian nasional. Ahli ekonomi dari Amerika bernama Lewis solomon dalam bukunya berjudul " Rethinking Our Centralized Money Sistem " menganjurkan agar jaringan sistem mata uang masyarakat didirikan diseluruh negara bagian Amerika Serikat. Dengan jelas, jika negara – negara kaya di dunia menyetujui untuk mendirikan sistem tersebut tentunya diikuti pula dengan pemerintah negara disekitarnya .

Sistem mata uang masyarakat melindungi perekonomian nasional dari penerapan sistem pasar bebas. Beberapa proteksi yang dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia telah tidak ada. Sedikitnya, mungkin hanya negara Jepang yang masih mampu mempertahankan proteksi perdagangan bagi rakyatnya, dengan cara melindungi pasar mereka dari perusakan dan eksploitasi ekonomi dari luar. Namun apakah ada pertentangan atas keuntungan yang terjadi dari jaringan perdagangan berbasis masyarakat. Sistem ini tidak memiliki perbedaan dengan Sistem tanpa bunga dari per-Bank-an Islam, atau Program pinjaman kecil masyarakat, karena sistem tersebut tidak melarang pertukaran dengan para pedagang asing. Sama halnya dengan mata uang masyarakat. Namun pengunaan dari mata uang masyarakat , memberikan keuntungan yaitu sebagai pelapis yang melindungi dari badai krisis ekonomi yang menembus seluruh negara. Dengan sistem mata uang masyarakat, akan mendorong masyarakat untuk tetap bertahan dalam krisis maupun ketidakstabilan perekonomian nasional seperti yang dialami negara-negara seperti Meksiko (1995), Asia (1997) , Brazil (1998) dan seterusnya.
Senin, November 10, 2008
Sejarah telah membuktikan, semangat proklamasi kemerdekaan itulah yang membuat kita senantiasa kuat dan mengemuka
——————————————————
Hari ini seluruh bangsa Indonesia memperingati dan merayakan Hari Proklamasi Ke-63 Kemerdekaan Indonesia. Naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan dan bergaung kembali di seantero Nusantara. Bahkan oleh seluruh perwakilan Indonesia akan digemakan di seluruh dunia. Tetapi sempatkah kita mengkaji makna terdalam yang masih tersembunyi dari dua kalimat yang tampak sederhana itu?
Coba lihat sejenak naskah proklamasi yang sakral, singkat, dan bernas itu. “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal tentang pemindahan kekuasaan dan lain- lain dilaksanakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
Dua kalimat pendek itu sarat makna. Pemilihan kata-katanya cermat. Perhatikan kata kerja kedua kalimat itu. Pada kalimat pertama, kata kerja menyatakan (to declare) dapat mengundang pertanyaan apakah kemerdekaan memang dapat dinyatakan begitu saja? Secara ringan kita tentu akan menjawabnya “ya”, tetapi tidak pada 63 tahun lalu. Secara politis dan militer, situasi menjelang detik-detik proklamasi tidak mudah karena secara de facto Indonesia masih di bawah pendudukan militer Jepang. Sejak Jepang menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945, secara de jure semua daerah pendudukan Jepang beralih kepada tentara sekutu.
Bagi para pendiri negara kita, pilihan kata menyatakan kemerdekaan merupakan cermin dari keyakinan yang amat kuat, yang muncul dari pengalaman bangsa Indonesia hidup beratus-ratus tahun di bawah penjajahan. Bahwa kemerdekaan merupakan hak suatu bangsa, kemudian tercantum dalam kalimat pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang tegas menyatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan, oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan”.
Piagam Jakarta dan Piagam PBBKonsepsi kemerdekaan sebagai hak sudah bulat disepakati para pendiri negara, dua bulan sebelum Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kalimat pertama Pembukaan UUD 1945 yang disahkan 18 Agustus 1945 sudah mantap keberadaannya dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
Makna penting pilihan kata menyatakan itu akan lebih dapat kita hargai apabila dibandingkan dengan konsepsi tentang kemerdekaan yang berkembang pada tataran internasional saat itu. Ketika para pendiri Republik menggodok konsep dasar negara dan rancangan UUD 1945 pada sidang-sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang bersidang di Jakarta 28 Mei 1945-22 Agustus 1945 di Gedung Tyuoo Sangi-In (kini Gedung Pancasila, Departemen Luar Negeri). Hampir bersamaan dengan itu, juga berlangsung suatu konferensi The United Nations Conference on International Organizations (UNCIO) di San Francisco, AS, pada 25 April 1945 yang menghasilkan Piagam PBB. Piagam PBB disahkan dan ditandatangani 26 Juni 1945, hanya empat hari setelah Piagam Jakarta.
Proses pembahasan dasar negara dan UUD oleh BPUPKI dan PPKI pada tataran nasional, dan proses oleh UNCIO yang merancang Piagam PBB pada tataran internasional, sama-sama bertujuan menciptakan tatanan baru yang ingin ditegakkan sesudah berakhirnya Perang Dunia II. Yang satu tatanan nasional dan lainnya tatanan internasional. Aneh tetapi nyata. Di Indonesia dari pengalaman hidup ratusan tahun di bawah sistem penjajahan, para pendiri republik sampai pada keyakinan, kemerdekaan ialah hak segala bangsa.
Sementara pada tataran internasional, dari pengalaman tragedi kemanusiaan yang mengakibatkan enam juta orang terbunuh dan terluka pada PD II, masyarakat internasional melalui UNCIO sama sekali tidak berbicara tentang kemerdekaan sebagai hak. Hasil UNCIO, seperti tertuang dalam Piagam PBB (mulai berlaku 24 Oktober 1945) berbicara tentang prinsip self determination, namun saat itu diartikan hanya sebagai self rule, semacam otonomi, dan tidak pernah dimaksudkan sebagai “hak untuk merdeka”. Dokumen konferensi (travaux preparatoire) UNCIO jelas menggambarkan alur perdebatan yang mengartikan begitu. Kemerdekaan hanya dimungkinkan atas persetujuan (by agreement) dari negara penjajah. Dan sesuatu yang harus diperjanjikan lebih dulu itu jelas bukan suatu hak.
Seperti kita ketahui, butir-butir pikiran yang masih berusaha melanggengkan kolonialisme dalam konferensi di Dumbarton Oaks (dekat Washington, DC) setahun sebelumnya amat mewarnai naskah Piagam PBB itu. Tenggelam sudah Doktrin Wilson (1914) yang berbicara tentang self determination dan janji-janji untuk memerdekakan bangsa-bangsa terjajah seperti dimuat dalam Atlantic Charter (14 Agustus 1941) menjelang PD II berakhir. Pada konferensi UNCIO, meski AS dan Australia ingin memberi makna self determination sebagai hak untuk merdeka, namun sembilan negara Eropa yang telah porak poranda akibat perang masih ingin meneruskan kembali penjajahannya. Negara-negara jajahan ingin terus dijadikan sumber bahan mentah yang murah bagi rekonstruksi mereka pasca perang.
Dengan kata lain, konsepsi kemerdekaan sebagai hak telah dikesampingkan Piagam PBB. Pernyataan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan 59 tahun lalu, bukanlah hak yang diakui hukum internasional!
Kita patut berbangga dengan pemikiran dan inovasi para pendiri Republik kita, sebab baru 15 tahun kemudian, tahun 1960, melalui Resolusi Majelis Umum PBB No 1514 ada pengakuan akan hak bangsa-bangsa terjajah untuk merdeka.
Kalimat kedua Proklamasi
Para perancang naskah Proklamasi memilih kata “pemindahan kekuasaan”. Mengapa tidak dipilih, misalnya, kata “serah terima”? Pemilihan kata “pemindahan” merupakan konsekuensi logis dari makna kalimat pertama, bahwa kemerdekaan yang dinyatakan itu adalah hak kita. Kata “memindahkan” merupakan tindak sepihak. Karena itu kita tidak memerlukan persetujuan siapa-siapa.
Berbeda dengan pengertian “serah terima”, yang merupakan tindakan dua pihak, antara yang menyerahkan dan yang menerima. Yang belakangan ini sejalan dengan konsepsi kemerdekaan atas persetujuan (by agreement) yang diinginkan negara-negara penjajah. Kalau konsep ini yang diterima, maka seperti dikatakan Gubernur Jenderal Hindia Belanda van Mook pada 1942, Indonesia memerlukan 100 tahun lagi untuk merdeka, berarti tahun 2042 dan itu masih 34 tahun dari sekarang!
Karena perbedaan konsepsi atas kemerdekaan itulah, kita tidak pernah nyaman dengan penggunaan istilah “penyerahan kedaulatan” berdasar hasil Konferensi Meja Bundar pada Desember 1949. Konsepsi “serah terima” kekuasaan sebenarnya bertentangan dengan makna Proklamasi.
Dimensi internasional
Proklamasi mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia. Dengan pernyataan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 kesadaran kebangsaan Indonesia memuncak menjadi kemauan bulat bangsa untuk mewujudkan kedaulatannya. Esok harinya, 18 Agustus 1945, kelengkapan negara yang baru diproklamasikan itu disempurnakan. Hampir lengkaplah Indonesia sebagai suatu negara: memiliki wilayah, pemerintahan, dan rakyat. Masih satu lagi persyaratan bagi sebuah negara menurut hukum internasional yang belum dipenuhi, yakni pengakuan (recognition) dari masyarakat internasional.
Di dalam negeri, eksistensi fisik negara harus terus diperjuangkan. Membonceng pasukan sekutu yang kembali ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang, Belanda datang untuk memulihkan kembali kedaulatannya atas Hindia Belanda yang ditinggalkannya tahun 1942. Perlawanan tentara dan rakyat bersenjata amat mewarnai upaya mempertahankan eksistensi negara RI yang baru dilahirkan, khususnya periode 1945-1949. Tetapi perjuangan fisik hanya satu sisi dari satu mata uang. Sisi lainnya, diplomasi, yang tidak kurang sulitnya.
Kesulitan paling besar sebetulnya bukan karena berhadapan dengan Belanda saja, tetapi justru dengan tatanan internasional (termasuk hukum internasional) yang belum mengakui hak bagi negara-negara untuk merdeka. Karena itu, tantangannya luar biasa. Konsepsi tentang hak bangsa terjajah untuk merdeka yang ditampilkan para pendiri Republik memang revolusioner, sebab ia jauh di muka dibandingkan zamannya.
Yang kemudian perlu diperjuangkan oleh diplomasi Indonesia tidak hanya memperoleh pengakuan bangsa-bangsa lain atas eksistensi negara yang baru diproklamasikan, tetapi juga konsepsi akan hak bangsa untuk merdeka. Ini yang membedakan dengan banyak bangsa terjajah lainnya yang merdeka tahun 1960-an, yang dengan relatif mudah memperoleh pengakuan banyak negara lain.
Bersandar pada hukum internasional yang lama, Belanda jelas menolak proklamasi kemerdekaan Indonesia karena itu menolak eksistensi negara Republik Indonesia. Bagi mereka, apa yang terjadi di Indonesia hanya bagian dari persoalan di bagian belakang (backyard) mereka. Karena itulah sepanjang pembicaraan masalah Indonesia (Indonesian Question) di Dewan Keamanan PBB (1947-1950) dalil-dalil Belanda mengenai apa yang terjadi di Indonesia hanya sebagai urusan domestik (domestic jurisdiction) mereka. Karena itu pula serbuan oleh militer Belanda atas wilayah Republik tahun 1947 dan 1948 mereka sebut sebagai aksi polisional, bukan agresi militer.
Sebagai konsekuensi proklamasi, yang harus diperjuangkan adalah pengakuan atas eksistensi negara secara keseluruhannya (negara kesatuan), yang wilayahnya mencakup seluruh bekas Hindia Belanda. Namun, dalam kenyataannya, menghadapi realitas politik yang tidak mudah, terutama kesulitan-kesulitan yang dihadapi di front perjuangan fisik-dan tidak kurang pula di front diplomasi seperti digambarkan di muka- tesis-tesis yang bersumber dari proklamasi itu kemudian juga bergeser, setidaknya atas alasan taktis. Dalam kurun lima tahun sejak 1945, tesis negara kesatuan bergeser menjadi federal, bahkan dari tesis pemindahan kekuasaan menjadi “serah terima” kekuasaan menyusul kesepakatan pada Konferensi Meja Bundar tahun 1949.
Namun sejarah telah membuktikan, semangat proklamasi kemerdekaan itulah yang membuat kita senantiasa kuat dan mengemuka. Tidak sampai satu tahun, penyesuaian taktis itu, lalu secara strategis dikoreksi. Pada 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Dan dengan Indonesia menjadi anggota PBB pada September tahun yang sama, Indonesia akhirnya diakui negara-negara lain, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Dirgahayu Republik Indonesia!
Jumat, Oktober 31, 2008
hai aku akan membuat novel berjudul the adventure of avatar, tunggu bulan dpa ya

say adalah anak muda yang berjiwa muda.......


dan agak sedikit buanget gila....



ini photone maz_ze...
....